PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI ANGKA (JAM) DALAM BAHASA INGGRIS 

Disusun Oleh

SLAMET RIANTO

NIM : 23021141364








 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN

KATEGORI 1 GELOMBANG 3

UNIVERSITAS PGRI MADIUN

TAHUN 2023

 
 

BAB I

PENDAHULUAN

 
  1. Latar Belakang

Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran, penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Namun dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu, penulis masih fokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/ HOTS).

Berdasarkan pengamatan saya sebagai guru kelas IV di SD Negeri Bacem Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun diketahui bahwa peserta didik kesulitan dalam mengerjakan soal yang berkaitan dengan angka dan membaca jam dalam bahasa Inggris. Peserta didik juga kesulitan menghitung (penjumlahan dan pengurangan) angka dalam bentuk jam. Selain masalah pelajaran, motivasi peserta didik juga menjadi perhatian penulis. Peserta didik merasa bosan mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan. Kondisi ini merupakan akibat dari strategi pembelajaran yang diterapkan guru yang selama ini cenderung melakukan pembelajaran Bahasa Inggris dengan cara konvensional, yaitu menjelaskan konsep-konsep Bahasa Inggris, memberi contoh soal dan memberi tugas.

Setelah dilakukan eksplorasi penyebab masalah terhadap kajian literatur dan wawancara dengan rekan sejawat, kepala sekolah, dan guru senior, maka ditemukan beberapa tantangan untuk mengatasi kondisi tersebut antara lain: 1) Rendahnya tingkat belajar peserta didik, 2) Peserta didik harus sering dilatih untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris, 3) Perbendaharaan kosakata peserta didik tentang angka dalam bahasa Inggris masih kurang, dan 4) Guru belum melakukan pembelajaran interaktif dan menyenangkan.

Dari kajian literatur dan wawancara dengan rekan sejawat dan kepala sekolah disimpulkan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut dalam pembelajaran, penulis menggunakan model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah model Problem Based Learning yang menuntun peserta didik untuk mengamati (membaca) permasalahan, menuliskan penyelesaian dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas, model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam Problem Based Learning siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, Problem Based Learning membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajara yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

 
  1. Tujuan Kegiatan

Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris materi Time pada siswa kelas IV SDN Bacem Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun diharapkan mampu meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris.

 
  1. Manfaat Kegiatan

Melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) ini bisa menginspirasi guru untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Manfaat dari pembelajaran ini bagi guru adalah memperluas wawasan, meningkatkan professional kerja, meningkatkan peran guru sebagai fasilisator, dan memperbaiki kinerja guru dalarn proses pembelajaran. Manfaat bagi siswa yaitu: siswa akan lebih bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran, mempermudah siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, terkontrolnya tingkah laku positif siswa, menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dinamis pada saat proses pembelajaran berlangsung dan meningkatkan hasil belajar siswa.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada saat praktik mengajar dihasilkan rangkuman refleksi pelakasaan kegiatan sebagai berikut:

  1. Kegiatan Pendahuluan

  1. Guru menyampaikan salam pembuka dan mengajak berdoa untuk memulai pembelajaran

  2. Guru mengecek kehadiran siswa

  3. Guru memberi apersepsi tentang materi yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya

  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

  5. Guru menanyakan pertanyaan pemantik

  1. What activity you usually do on Sunday?

  2. What time you usually do in that activity?

  1. Kegiatan Inti

Tahap 1: Orientasi peserta didik pada masalah

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok

  2. Guru menampilkan PPT flashcard tentang Time 

  3. Guru memutarkan video kepada peserta didik terkait dengan materi time

  4. Peserta didik megamati video yang ditunjukkan oleh guru

  5. Peserta didik diminta memberikan tanggapan dan pendapat terhadap video yang diberikan

  6. Guru  memberikan  permasalahan  dalam  bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan video yang diamati

Tahap 2: Mengorganisasi peserta didik

  1. Dengan bantuan guru, peserta didik menyelesaikan permasalahannya.

  2. Peserta  didik  diberi  tugas  untuk  menggali  informasi tentang waktu pada aktivitas/kebiasaan rutin sehari hari

Tahap 3: Membimbing penyelidikan individu atau kelompok

  1. Peserta  didik  mengumpulkan  informasi  untuk membangun ide mereka sendiri dalam memecahkan masalah bagaimana memberikan informasi tentang waktu pada aktivitas/kebiasaan rutin sehari hari

  2. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok mencari solusi terkait dengan masalah yang telah diidentifikasi.

  3. Guru membagikan LKPD

  4. Peserta didik melakukan penyelidikan melalui LKPD yang diberikkan guru

  5. Guru membimbing penyelidikan yang dilakukan peserta didik.

 

Tahap 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

  1. Peserta didik mencatat dan mengolah data hasil penyelidikan dalam kelompok.

  2. Peserta  didik  menjawab  pertanyaan  pada  LKPD  dan menyajikan dalam bentuk laporan tertulis

Tahap 5: Menganalisa dan Mengevaluasi

  1. Peserta didik dan guru mengevaluasi hasil penyelidikan melalui diskusi kelas

  2. Peserta didik dibimbing guru menganalisis hasil pemecahan  masalah  tentang  memberikan  informasi waktu pada aktivitas/kebiasaan rutin sehari hari

  3. Bagaimana penggunaan waktu dalam kehidupan sehari hari

  4. Peserta  didik  diminta  mempresentasikan  hasil penyelidikan dan diskusi di depan kelas.

  5. Guru melakukan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang telah dipelajari peserta didik.

  1. Kegiatan Penutup

  1. Guru  memfasilitasi  peserta  didik  untuk  mereview pembelajaran dan membuat kesimpulan pembelajaran yang telah dilaksanakan

  2. Guru menginformasikan kegiatan yang akan dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.

  3. Guru dan peserta didik berdo’a bersama

 

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran terdebut penulis menggunakan media Laptop, LCD Proyektor, dan flash card dalam bentuk Power Point. Sedangkan untuk sumber dan bahan ajarnya menggunakan video dari youtube tentang percakapan yang berkaitan dengan materi dan Lembar Kerja Peserta Didik.

 

BAB III

KESIMPULAN

 
  1. Simpulan

Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning layak dijadikan praktik baik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan peserta didik dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan sistem PBL ini maka kegiatan belajar akan lebih bermakna bagi peserta didik dan akan lebih memahami dan mengerti bahwa ilmu yang mereka dapatkan bisa mereka aplikasikan dalam kehidupan nyata

  1. Rekomendasi

Berdasarkan hasil best practice pembelajaran dengan model pembelajaran Problem BASED Learning, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.

  1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi dan kreativitas pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan latar belakang siswa dan situasi kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.

  2. Peserta Didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama / tidak mudah lupa.

  3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis untuk menaplikasikan pembelajaran ini akan menambah wawasan guru lain tentang pembelajaran HOTS.







 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pamungkas, A. D., Kristin, F., & Anugraheni, I. (2018). Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning (PBL) pada siswa kelas 4 SD. Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran3(1), 287-293.

Yusril, Y. (2022). Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Inggris pada Teks Deskriptif melalui Model Problem Based Learning di kelas VII SMPN 5 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK)4(5), 736-744.

Putri, O. T. (2016). Peningkatan penguasaan kosakata Bahasa Inggris menggunakan media flashcard di SD Negeri Surokarsan 2 Yogyakarta. Basic Education5(4), 355-365.

Website Universitas PGRI Madiun (url : https://unipma.ac.id)

Website Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Madiun (url : https://ppg.unipma.ac.id)

Website Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Madiun (url : https://fkip.unipma.ac.id)

Website Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas PGRI Madiun (url : https://pmb.unipma.ac.id)

Sistem Informasi Manajemen Universitas PGRI Madiun (url : https://sim.unipma.ac.id)

Laman Akreditasi Universitas PGRI Madiun (url : https://akreditasi.unipma.ac.id)